<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1179">
<titleInfo>
<title>IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPS) PADA PASIEN ANAK DEMAM TIFOID RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT “X” DI SURABAYA TIMUR</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RAHMAYANI, INTAN AJI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2020</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Drug Related Problems (DRPs) merupakan keadaan yang tidak ingin dialami oleh pasien yang berhubungan dengan terapi obat. Demam Tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang banyak ditemukan di negara berkembang yang disebabkan oleh Salmonella typhi, biasanya melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Masalah pada higienitas menyebabkan tingginya permasalahan demam tifoid.  Demam  tifoid masuk dalam 10 besar masalah kesehatan di negara berkembang dengan prevalensi 91% pada pasien anak dengan rentang usia antara 3-19 tahun.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian DRPs demam tifoid pada pasien anak rawat jalan di Rumah Sakit “X”.  Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode observasional. Pengambilan data secara retrospektif dengan jumlah populasi sebanyak 62 pasien. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit “X” di Surabaya Timur dari Januari 2018-Juni 2019. Penilaian DRPs berdasarkan klasifikasi Pharmaceutical Care Network Europe Foundation versi 8.01. Pada penelitian dari sampel sebanyak 19 pasien didapatkan 15 pasien teridentifikasi DRPs. Kategori DRPs yang paling banyak yaitu kategori obat yang tidak sesuai pedoman sebanyak 7 pasien (36,8%), banyak obat yang diresepkan untuk indikasi sebanyak 4 pasien  (21,05%), lama pengobatan terlalu cepat sebanyak 2 pasien (10,5%), obat yang tidak tepat sebanyak 1 pasien (5,2%), tidak ada pengobatan walau ada indikasi sebanyak 1 pasien (5,2%). Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa DRP pada anak masih banyak terjadi.</note>
<classification>6B.S-Far Rah i 30-20</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Rah i 30-20</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM30-6B.S/Far-2020</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Rah i 30-20</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>30-20.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>1179</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 12:29:52</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-01-27 12:30:27</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>